Hidup Alif hampir sempurna. Di usianya yang masih muda, separuh dunia telah ia jelajahi, dan ia berhasil menyelesaikan kuliahnya sebagai lulusan terbaik di usia ke 26. Namun sayang, prestasinya yang gemilang itu tidak sebanding yang ia harapkan. Ia fikir, dengan segudang prestasi yang ia miliki ia akan menjadi rebutan perusahaan besar. Di era krisis moneter, lowongan pekerjaan sulit dicari. Se…